Siti Jenar Chyper Drive

October 17th, 2008 by kalamimmortal

Buat kalian / anda yang belum tahu liriknya. Here it is. Bukan diambil dari lyric sheet split mereka dengan MC Homeless, tapi dari multiply seorang teman.

Dikutip dari;  http://jigongmerangkak.multiply.com/journal/item/19/Sabda_Batu_Kepada_Api_Siapapun_Yang_Mengklaim_Dirinya_Pemimpin_Bumi_Adalah_Pendusta

Bagi yang belum tahu Homicide, silhkan kunjungi link ini: homicidetribute.multiply.com. Site tribute yang cukup lengkap, karena site official mereka ( nekrophone.com ) sudah di redirect ke blog mereka dan link untuk mengunduh single ” Tantang Tirani “. Worth checking, for those who love good music with good lyrics.

Clenched fist, widespread hope.

**

Homicide - Siti Jenar Cypher Drive

Aku katakan kepada kalian sabda batu kepada api
Bahwa di atas langit masih terdapat lapisan langit
Bahwa di atas langit masih terdapat berlapis surga tak berujung lapis
Sehingga semua makna hirarki langit hanyalah persepsi muka bumi

Aku katakan sabda batu kepada api
Di bawah tanah masih terdapat tataran tak berpijak
Bahwa tanah masih terdapat berlapis lapis kerak neraka
Sehingga siapapun yang mengklaim dirinya pemimpin bumi adalah pendusta

Aku katakan kepada kalian sabda batu kepada api
Perihal bentangan kalam puputan yang lahir pasca robohnya dua menara
Pasca sebuah akhir jaman yang mengawali panca roba tanah dan angkasa
Kala semua ujung senjakala pembangkangan ini bermuara

Aku katakan sebuah sabda raja batu kepada lidah lidah api
Bahwa ada adalah tiada dan kekosongan itu bernyawa
Bahwa ketidakberujungan semesta adalah kehampaan bernyala
Bagi mereka yang bernazar hidup tanpa hamba dan paduka

Aku katakan sabda batu kepada api
Perihal makna wahdatul wujud mengusung kebesaran nama semesta
Dimana para setiap hembusan nafas kami bersenyawa
Kami yang tak memiliki apapun, tak juga surga tak juga neraka

Kami yang tak memiliki apapun tak juga surga tak juga neraka
Kami pula yang dapat menghadirkan keduanya
Bersenyawa di atas surga dunia
Tak ada tuan, tak ada hamba
Kehampaan ini bernyawa

Aku katakan kepada kalian sabda batu kepada api
Perihal riwayat hidup yang mengenang di bawah bendera klaim kebenaran
Perihal jemaat yang berasa jumawa saat merasa
Memiliki jejak riwayat kuasa yang meminta patuh semua nyawa

Aku katakan kepada kalian kutukan batu kepada api
Perihal sebuah kuasa yang berfana taklid pada kebenaran ala massifikasi
Perihal tuhan jejadian kontra-kehidupan, perihal datangnya kala

Mereka yang keluar dari sarang sarang mereka
Dari pintu pintu pabrik
Dari gerbang gerbang korporasi
Dari jendela gedung gedung parlemen

Mendatangi pintu pintu rumah kalian
Menumbalkan semua masa depan keturunan kalian
Perihal tuhan jejadian kontra-kehidupan, perihal datangnya kala
Mereka yang keluar dari sarang sarang mereka

Aku katakan kepada kalian sabda batu kepada api
Bahwa di atas langit sana masih terdapat berlapis surga tak berujung lapis
Sehingga semua makna hirarki langit hanyalah persepsi muka bumi
Sehingga siapapun yang mengklaim dirinya pemimpin bumi adalah pendusta

Aku katakan kepada kalian sabda batu kepada api
Sebuah ujung senjakala pembangkangan ini bermuara
Pada sebuah akhir jaman yang mengawali panca roba tanah dan angkasa
Sabda batu kepada api, Api kepada kaki kaki langit

Manunggaling kawula gusti mengusung anok
Tanah ini berbisik perihal suaka pada kekosongan strata
Tak ada tuan tak ada hamba
Ada adalah tiada dan kehampaan ini bernyawa

**

Sekarang..

September 15th, 2008 by kalamimmortal

7:31 AM / setengah delapan pagi, selasa, 16 September 2008.

**

Mood saya lagi gelayutan, udah gak puasa, banyak meracau pula. Sial. :P

Postingan ini menye-menye lho, saya udah warning dari awal, isinya tipikal blog, yaaa gitu. Kayak orang gak punya temen buat cerita. I don’t have one, since a long time ago. Kelakuan payah gini masih saja saya pelihara.

**

Hari Jum’at kemarin saya pulang kerumah, entah kenapa saya pengen sekali ketemu orang rumah. Bukan kangen, tapi apa ya? Susah dijelasinnya.

Saya tipikal ” king for a day, fool for a lifetime ” sebelum ngekos dulu. Merasa jadi ” king ” padahal mah “ fool ” saja. Kebiasaan malas saya susah sekali dihilangkan. Malas yang negatif lho, yang bikin saya jadi pemalas oktan tinggi semodel anak baru SMP atau mungkin semodel nihilisme Sid Vicious. I can’t move my lazy ass. Kamar berantakan, tapi bukan yang model rock n’ roll begitu, kamar saya bukan messed up, tapi fucked up - a BIG time -. Dvd, dan segala macam kepingan ada di karpet-nya, bungkus snack, kaleng minuman, botol minuman, sampai kertas - kertas yang ternyata dokumen penting pun saya biarkan melanglang buana di kamar saya. Un-organized. But, o, it’s just simply fucked up maybe :)).

Satu-satunya yang rapi adalah kumpulan Cd musik dan beberapa Dvd film serta Dvd konser, ada pula beberapa Dvd dokumenter ( I love Michael Moore’s ” Sicko ” !! ). Karena saya trauma atas hilangnya Dvd Fight Club saya, padahal film ini saya suka sekali. Jadi saya mulai membereskan koleksi saya, supaya si kejadian Fight Club tidak terulang, sayang kan, apalagi Cd musik lokal, bergerak sedikit dari tempatnya pun saya akan meracau, panik, dan sudah tentu menjadi sangat introgatif, ” siapa yang berantakin Cd gw?! “. Hahaha :d. Hal ini terbawa sampai di kosan, jika Cd saya diutik - utik, saya sudah pasti meracau.

Saya juga merapikan buku bacaan saya, apapun itu; majalah, koran, novel, atau buku - buku yang saya kumpulkan sedari kelas 2 SMA. Karena akhirnya, barang - barang ini harus ikut empunya ke Bandung, jadi kosan saya penuh dengan buku, dan Cd, great combination I guess, belum ada Tv disini, jadi waktu mendengarkan musik pun jadi lebih banyak, sudah barang tentu juga dengan waktu membaca, kadang malah saya ganti - ganti lebih dari 2 bacaan sehari. It’s fun living like this, hahaha :D.

**

Saya ingin sekali pulang kerumah minggu kemarin, ditambah lagi ada acara di SMA saya, seperti biasa, sahur on the road, tapi untuk kali ini saya hanya ingin bertemu para kawan. Ada yang masih saja terperangkap stereotip mereka sewaktu SMA, ada yang masih suka banyak mulut, dan jarang sekali ada yang jadi pendiam, saya jadi ingin SMA lagi. Anjiiiiiirrrrr :D :D.

Sabtu kemarin juga saya berbuka bersama orang tua. It was a hell of a time. Ayah saya masih saja bermulut emas, saya jarang bertemu dia, tapi sekalinya bertemu, seperti bertemu kawan lama, when he spoke, you’ll just nod your head. Bukan sekedar mengangguk, tapi pembicaraan singkat tadi bisa saja berpengaruh pada tindak - tanduk saya dikemudian hari. Mungkin karena waktu kecil saya jarang bertemu dengan beliau. Mungkin ini pula yang membuat saya jago sekali menyembunyikan sesuatu. Bisa jadi saya ini introvert atau extrovert disaat yang tidak bersamaan atau bisa jadi juga disaat yang bersamaan. Mungkin begitu bahasa simpel-nya, tanpa maksud mereduksi yang ada.

**

Bulan puasa memang selalu aneh buat saya. Entah karena saya tidak puasa, atau memang ada saja kejadian di bulan ini.

Ah, tapi cerita di bagian ini saya simpan saja, saya sedikit malas untuk bercerita di bagian ini.

Namanya juga pemalas. Hehehe.

:)) :P

Sekian.

Soundtrack menulis postingan ini:

- Efek Rumah Kaca - S/T

- Burgerkill - Beyond Coma and Despair ( R.I.P Ivan Scumbag ).

Menghakimi, dan Membubarkan. Siapa?

August 31st, 2008 by kalamimmortal

12:55 AM / Setengah satu, dini hari.

Saya bukan orang Bandung. Saya bukan turunan Sunda.
Saya juga buta mengenai kultur Jawa Barat pada umumnya.

Namun siapapun akan marah jika hajatan mereka dibubarkan.

Apalagi di SAPARUA.

Hell, postingan ini akan sangat subyektif, dan arogan. Karena saya sebagai pihak penonton, bukan talents, crew, atau event organizer. Saya disana, ketika mereka, mengganggu acara malam mingguan saya. Jika ada kata yang pas untuk merepresentasikan kejadian kemarin, hanya ada satu: ANJIIIIRRR!!!

Simbol dari kekaguman saya sekaligus kekecewaan yang tidak bisa ditutup-tutupi.

Saya punya ekspetasi tinggi mengenai event ini - Helarfest, tepatnya -, karena, personally saya sama SEKALI belum pernah nonton gigs APAPUN di Saparua. Sekalinya dapat kesempatan, they fukkin ruined it.

Padahal BK, Jasad, Alone At Last, Jeruji, Homogenic dan masih banyak band-band bagus lain yang belum naik stage, indoor maupun outdoor. Parahnya, hari itu hujan pula. Ada beberapa band yang saya lewatkan karena hujan, seperti; Don Juan the Monkey, NicFit, Tcukimay. Padahal saya pengen sekali liat NicFit.

***

Hari itu saya tidak enak badan, diare dan darah tinggi saya kambuh lagi. Jadi badan agak rewel, mungkin karena pulang dari rumah teman di Gegerkalong jam 12 malam. Bagi anda yang tahu, daerah ini luar binasa dinginnya ( or maybe it’s just me, karena saya alergi dingin ).

" Bos, datang ga’ ke Saparua ", sms dari A’ Iwan.

Jadi lumayan semangat lah saya. Buru-buru saya balas dan cari sarapan. Takut terlalu terlambat, maka saya cuma sarapan sedikit. Karena badan juga tidak fit, saya tidak prepare untuk pogo. Ngeri knock out di tengah circle pit, hahaha. Dan karena banyak band punk hari itu, seingat saya, saya tidak pernah berani pogo dengan theme sound punk / d-beat, ngeri knock out aing mah.

Beruntungnya saya, A’ Iwan juga banyak cerita soal band-band yang akan naik, yang saya belum tahu dan belum dengar, contohnya Keparat, Turtles Jr., Tcukimay ( lagu " Sia! "-nya keren euy! ), dan Don Juan the Monkey. Dan begitu mereka naik ke stage semua orang yang hadir, mayoritas penonton merapat ke stage ( kecuali Don Juan the monkey, karena hujan deras, dan anehnya, ketika stage mereka selesai, hujan pun reda ), apalagi Tcukimay, berapa puluh / ratus orang rela basah buat band ini ? Salute buat kalian!

Keparat juga bermain keren sekali, dan berhubung mereka legend, mereka jugalah band pertama yang berhasil " mengundang " mayoritas penonton ke bibir stage. Dalam hitungan menit, arena tanah merah diluar Gor indoor, langsung berwarna hitam. Dan tentunya penuh dengan shouts dan singalong.

Oia, buat yang punya  mp3-nya Keparat yang berjudul " Bentrok ", comment di blog atau fs ini ya! Hehe.

Dan tentunya performance yang sangat berkesan adalah kembalinya Beside dari mati surinya. Sempat tidak manggung beberapa saat, band ini kembali dengan full power, kemarin mereka bermain sangat intens. Sang vokalis sempat mengajak crowd untuk mengheningkan cipta, a weird thing in a rock show, namun ketika mengingat event AACC, mungkin anda akan sedih, dan secara otomatis akan menundukkan kepala. Stage mereka ditutup dengan lagu favorit saya; " Aku Adalah Tuhan ".

Beres Beside, hadir yang tak kalah garang. Forgotten. Band Death Metal lokal favorit saya. Sang vokalis Addy Gembel pun naik stage menggunakan " tanduk setan ", yang banyak dijual di Dufan, hehe. Tapi tetep gaek dan karismatik lah mereka.

Mereka membawakan lagu-lagu yang saya kenal; " Tiga Angka Enam, Kegelapan Itu Bernyawa, Perang Demi Setan ". dan lagu mereka yang paling asik ( hehe ); " Tuhan Telah Mati ". Jika ada band Death Metal yang bisa di-singalong-kan, maka Forgotten lah band-nya. Encore-nya, seperti biasa, adalah " Smoke on the Water ". Pooolll pisan Forgotten!

Sempat nonton Turtles Jr. juga, saya ga’ ikut singalong karena ga’ tau lagunya, malu-maluin lah poko’nya. Jadi saya liat performance-nya saja. Yang saya perhatikan adalah crew-nya. Seperti crew F-1! Hampir tak terlihat kalau mereka mengeset stage untuk band punk. Cepat dan sigap sewaktu set-up untuk stage band-nya. Salut lah!

Tiba-tiba hujan semakin deras. Padahal, habis break maghrib ada BK dan Jeruji. Sayang juga kalau sampai terlewat, belum pernah lihat live-nya Jeruji soalnya.

Sementara itu, saya masuk ke indoor. Kebetulan The Milo sedang main. Wuih! Sound-nya benar-benar kena, jika tidak ada interupsi suara dari stage outdoor, maka sound-nya akan benar-benar bagus. Kapanlagi nonton shoegaze dalam keadaan gerimis plus indoor, haha. Saya pun nonton cukup dekat dengan stage. Akhirnya saya nonton The Milo juga. Walau cuma 2 lagu.

Sementara itu, di outdoor, Tcukimay sedang main. Wah, saya pengen lah nonton mereka, legendaris soalnya. Mengikuti ajakan A’ Iwan, saya pun keluar. Eeeh, begitu keluar, hujan jadi deras lagi, anjiiirr! Saya jadi stuck di mulut pintu dan tidak bisa masuk lagi, karena crowd di indoor dibatasi. Payah juga menunggu di luar. Karena pengap luar biasa dan hujan tak juga berhenti. Saya sabar menunggu hujan dan BK saja diluar.

Tak lama, beberapa menit setelah hujan reda, Edi Brokoli / Dj Brokills, mengumumkan sesuatu. Saya ga’ ngerti, sebab saya bukan orang Sunda, dan sudah lama tidak belajar bahasa Sunda. Tapi dengan kemampuan saya yang pas-pasan ini, saya mendapat inti pesan Edi.

Bahwa acara ini, DIHENTIKAN.

Saya tidak tahu apakah secara sepihak atau tidak, acara ini HARUS berhenti. Padahal target adalah jam 21:00, atau jam sembilan malam.

Banyak yang mengatakan karena maghrib, dan equipment rusak, tapi saya skeptis dengan alasan ini. Karena menurut sumber dari seorang kawan A’ Iwan, acara dihentikan karena, izin hanya sampai jam 17:00, agaknya ada yang ingin dibayar lebih. Saya tidak mau menyebut pihak yang mana, tapi kalau alasannya ini, it is quite shitty.

Dengan menyesal saya harus menunda lagi menonton band-band yang besar di Saparua, padahal mungkin ini satu-satunya kesempatan saya. And the friggin’ ruined it.

Malam itu saya tutup dengan berkunjung ke BIP, menonton Rocket Rockers bersama A’ Iwan. Tapi kecewa saya belum bisa terlewati. Huh. Moga-moga Saparua bisa bangkit lagi. Like it used to.

Haha! Who’s the Weaker Asshole Now, Fukkaz?

July 19th, 2008 by kalamimmortal

Life DOES sucks. BIG time.

2:45 AM / Jam 2 lebih 45 menit, pagi.

Adik saya masih bangun jam segini. Tumben. Biasanya dia sudah tidur sambil mencengkram remote, padahal keadaan Tv masih hidup, dan biasanya tugas saya untuk mematikan. Entah kenapa saya jadi rajin mematikan Tv belakangan ini. Mungkin saja dasarnya penghematan, tapi mungkin juga saya akan lama tidak mematikan Tv di kamar lagi.

Bulan depan saya akan pindah. Yup, untuk kuliah tentunya. Padahal baru beberapa menit yang lalu saya melewati SD saya, institusi pendidikan pertama yang saya datangi. Jaraknya pun tak jauh dari rumah saya, sekitar 10 menit berjalan kaki. Somehow, sekolah di dekat rumah cukup membangun kebiasaan bangun siang, hahaha :D.

Apalagi sewaktu SMA kelas 12. Tiap hari saya menyebrangi jembatan di seberang R.S Budi Lestari, dan biasanya waktu menunjukkan pukul 6:45, seharusnya saya dihukum, tapi, apalah gunanya menghukum murid kelas 12? they’ll leave this shithole soon, anyway. Mungkin begitu hemat mereka. Betul begitu Pak guru?

Tapi postingan ini bukan membahas tentang jarak sekolah dengan rumah saya.

Lagi-lagi judul untuk menarik customer * merchant mode: on * Hahaha :D.

Bercanda.

Saya lupa tanggal berapa, yang jelas menjelang UAN, pukul 11.25 siang. Saya melemparkan pertanyaan ini pada sesi pertanyaan bebas.

" Bu, misalnya ada orang yang pas punya agama, eh dia malah rusak, maksiat terus, judi dll, tapi giliran gak meluk agama dia malah jadi orang baik, rajin shodaqoh, ga’ judi lagi, ga’ nakal lagi deh pokoknya, kira-kira masuk surga ga’ ya? "

Guru saya punya 2 jawaban; Wallahua’lam dan tidak masuk surga.

I was disappointed with the second answer. Entah kenapa. Mungkin karena sejak saya mulai meninggalkan TPA dan mulai rajin membaca koran, ini pertanyaan yang menghantui saya setiap hari.

Saya selalu penasaran dengan metafisika, tapi saya selalu malas membahasnya. Saya mulai sering diskusi dengan diri sendiri ( dalam hati tentunya ), karena saya tidak suka debat, debat yang typical menurut saya tak mempunyai synthesis. Saya malas mendengar debat yang memunculkan pemenang, karena terkesan memaksakan view dari satu pihak. But then again, it’s maybe just me.

Surga, neraka, Tuhan, dan segala yang metafisik saya pernah usir jauh-jauh dari hidup saya. Kelas 11 tepatnya, tahun 2007. Saya tidak menganggap hal-hal itu sebagai hal yang illogical, atau tak rasional, saya hanya muak, sangat muak. Sekarang, saya mulai mencari alternatif untuk mencari jawaban atas hal-hal tersebut. Yang alternatif tentunya. Karena semua hal tampaknya telah dipolitisi oleh semua orang. Miskonsepsi hampir sulit diluruskan ditempat saya tinggal, saya tak mau menyebut kata idiocy, tapi jika itu kata yang mendekati, saya mau bilang apa lagi?

Menguasai diri sendiri adalah hal yang sulit. Sangat sulit. Mungkin, saya tak akan bisa menguasai diri saya sendiri secara full, secara fisik, mental, dan spiritual. Contoh singkat saja, saya pernah berlatih jadi vegan, hampir sebulan saya tak makan daging, ternyata diakhir bulan saya menghabiskan 30 tusuk sate kambing sendirian. Poor me.

Tapi saya juga yakin, semua butuh proses. Dulu saya pernah mengikuti metode bolshevis, eh, malah ternyata jadi sucky, real sucks. Taktik rebut dan kuasai juga cuma punya power yang singkat. Saya jadi menyesal menggunakan metode ini pada salah satu teman saya, sorry dude. Saya tidak bisa menguasai diri sendiri pada waktu itu.

Setidaknya, saya sudah berusaha. Banyak jalan menuju kayuringin, kata seorang teman. Joke yang realistis menurut saya, hehehe.

Hahaha. Terbukti sudah bahwa saya yang lebih lemah. Myself beat me. A BIG time.

PS: Bagi seseorang yang akan berulang tahun pada waktu dekat. I’d like to say, happy birthday! maaf tak bisa memberi selamat secara person-to-person, saya ga’ mau nelen ludah sendiri ( lagi ). Wish you all the best, may maturity comes to you as soon as possible, and when the right time come. Hehe. Happy 18th!

If Assholes Could Fly, This Place Would Be An Airport

July 14th, 2008 by kalamimmortal

Lagi. Tanpa kopi.

Mungkin kesehatan saya akan banyak terganggu oleh kambing + kopi + jam tidur yang tak sebanding dengan jam aktivitas.

Biarin lah. Udah pengangguran ini. Haha :D.

Oke, postingan ini, sedikit… atau mungkin sedikit banyak, akan jadi postingan yang akan gampang ditertawakan, karena isinya yang menye-menye. Padahal saya pernah menasehati seorang teman, jangan cerita-cerita yang " classified " di blog.

Saya buat pengecualian untuk itu. Jika " teman " anda cuma keyboard gimana? Sejauh yang saya rasa teman saya memang cuma keyboard sekarang.

Hahahaha.

Pertengahan tahun 2005.

Saya sudah prediksi, tahun ini akan sangat menyenangkan. Bagaimana tidak? Saya yakin hampir semua orang yang pernah merasakan SMA pasti akan bilang; tahun pertama sangat menyenangkan.

Hampir setiap hari kegiatan saya cuma nongkrong, main, tidur, sekolah, dan main lagi. Walaupun stagnan dan rutin seperti itu saya tidak pernah bosan. Dan itu berlangsung hingga sekarang, mungkin ditambah browsing, dan membaca buku, serta terdapat penurunan pada intensitas main.

Remedial hampir semua pelajaran, yah, labeli saya malas atau apapun lah. Mungkin hampir setiap orang pernah fed-up dengan sekolah. Wabil khusus SMA. Apalagi angkatan yang lahir di tahun 90′ hampir selalu jadi eksperimen oleh yang so-called-punya kuasa. Tapi remedial sampai tuntas, yang kadang menggangu jatah istirahat hari sabtu saya, cukup berjasa buat saya. If this such things doesn’t exist, I probably ended up really-really fucked up now. Ada satu teman yang punya nasib sama - saya tidak akan menyebut nama - dan mungkin dulu dia lebih malas dari saya. Kalau bukan karena dia, saya mungkin tak akan pernah mengkuti remedial, karena saya tak cukup pandai menjilat pantat, he’ll do the ass kissing and bribing, I’ll found way to cheat, or at least found the answers, but sometimes he do both. Hahaha.

Saya juga sekelas dengan dia waktu kelas 2. It was a hell of a ride. Saya belajar banyak dari tahun ini. 2006, ya, tahun yang manis-asam-pedas.

Di tahun ini saya mulai tertarik dengan Om Jenggot ( Hey, saya tak menyebut nama kan? Hahaha ), saya pikir dia keren. Dan mulai tertarik dengan analisa kapitalisme-nya. Di tahun itu, saya selalu mencari yang " alternatif ", di tahun ini juga saya bertemu dengan seorang kawan, yang sampai sekarang selalu nyambung bila ngobrol dengan saya, tapi perkenalan saya dengan dia dimulai dengan injakan di kepala di kelas 10, tahun pertama. Di tahun itu juga saya mulai kenal hampir semua teman-teman IPS, walaupun ada yang masih berotak feodal, dan berpikir bahwa kuasa ditentukan oleh seberapa lamanya dia mendiami suatu sekolah. Bukan saya misogynist atau merendahkan yang hawa, tapi kenapa penganut " ke-feodal-an " ini kebanyakan teman saya yang perempuan yah? Padahal saya yakin mereka ga’ segitu doank, otak mereka lebih pintar dari saya pastinya, tapi tingkah laku-nya itu, dan terkadang tingkah laku bisa merefleksi-kan induvidu itu sendiri. Anda simpulkan sendiri lah.

Kembali ke teman saya. Selama ini saya kenal dia, saya tidak pernah menganggap dia menyusahkan. Memang, kadang mulutnya susah sekali dijaga, tapi selama dia berkawan ( dan masih sampai sekarang ) dengan saya, tak pernah sekalipun dia membunuh saya dengan mulutnya. Lain orang lain persepsi tentunya. Beberapa teman menganggap hal itu sangat menganggu. I don’t give a shit. Selama masih dalam tahap annoying, saya masih bisa tahan.

Naik kelas 3, kami beda kelas. Saya pikir, " Ah, apalah bedanya? ".

Ternyata saya salah. Memang beda, dan banyak.

Apalagi setelah beberapa insiden backstabbing yang tidak perlu, karena sebenarnya meminta izin dengan " orang ini " bukan hal yang sulit. Now, everyone considered him a bullshitter. Saya sering berpikir. Apakah ini salah saya atau bukan?. Karena yang pertama mengetahui hal ini akan terjadi adalah saya. Jika saya mencegah, apakah saya berhak untuk turut campur urusan orang? Pada saat teman saya ini bercerita tentang hubungannya ini, reaksi saya cuma, " Tahu batas lah ".

Dan ternyata dia tak tahu. I DIDN’T trust him a bit since then.

Sekarang, ketika semua sudah lulus adan mulai mendapat universitas, ada event besar yang terjadi dan dia tidak memberi tahu saya, at least you let me know.

Atau apakah saya sudah sampai pada taraf " tidak boleh tahu "?

Mungkin dia sudah tidak menganggap saya apapun lagi, not even a former friend, mungkin karena saya memilih jalan hidup yang bertabrakan dengan pandangannya.

" Esa mah ga’ papa ga’ sholat jum’at, orang tuhannya beda "

Yeah rite. Tag me blasphemous. So be it.

Saya lega masih ada teman saya yang memaknai sholat dari sekedar ritual.

Mulai Penutupan Pintu Surga, Dalam; 5.. 4.. 3.. 2.. 1

July 10th, 2008 by kalamimmortal

Badan saya mulai panas euy. Kurang gerak atau terlalu banyak kena angin sepertinya. Daripada kegiatan rutin ( menunggu download ) saya berakhir dengan bengong + masuk angin, ada baiknya saya minum Tolak Angin, dan mulai menulis ( lagi ).

Judul blog ini mungkin kurang nyambung dengan apa yang akan tulis, karena memang strategi pemasarannya begitu * merchant mode: on*. Gak lah, bercanda. Biar gak terlalu membosankan saja sebenarnya, apalah arti sebuah judul. Guru SMP saya pernah bilang " Kalau mau mengarang, ya tulis isinya dulu, judulnya belakangan. Mau beranak kan juga gitu, brojol dulu, baru dinamain ".

Ada benarnya juga saya rasa. Ketika SMA saya mulai berpatokan pada judul dan mulai gampang buntu dalam mengarang, padahal kalau tidak ada judulnya a.k.a belum ada judul, saya bisa menulis berlembar-lembar. Walau tak selalu menurut pakem sang karangan sendiri. Bisa nyasar bahasan didalam-nya. Jauh pula.

Oke, ini topik dari tulisan saya, piracy, atau pembajakan. Yang disini terutama adalah tentang musik.

Entah apa pertimbangannya ( hak kreatif, profit, atau harga diri mungkin? ), pembajakan masih abu-abu di " industri " ( hate that word ) musik tanah air. Ada yang mengiyakan, ada pula yang protes, beberapa hanya menunjukkan senyum simpul saja. Sebagian menganggap file-sharing adalah pembajakan. Sebagian malahan support. Nah, saya menemukan artikel, yang agaknya menentang pembajakan, bukan file-sharing, karena pembajak sudah pasti mengincar profit, sedangkan file-sharing bisa jadi hanya ajang publikasi gratisan, mengiklankan karya sang musisi tanpa promosi yang jor-joran, agenda yang sudah pasti ujung-ujungnya duit. When it comes to good music, we’ll buy the CD if we already have the money, rite?

Ini artikel-nya.

" Yovie Widianto Siap Buat Software Antipembajakan

Kamis, 10 Juli 2008 - 21:05 wib

Arief Pratama - Okezone

BANDUNG - Yovie Widianto pentolan grop band YovieNuno
dan Kahitna, berencana membuat software antipembajakan baik dalam
bentuk kaset maupun CD, DVD serta pita suara lainnya.

Hal
tersebut diungkapkan Yovie ketika ditemui okezone di Bandung, Kamis
(10/7/2008). "Kegiatan di luar garapan musik sangat padat, meski tetap
saja pekerjaan saya pasti ada bau-bau musiknya," ungkap Yovie.

Selain
sebagai pencetak beberapa artis muda berbakat di kancah musik
Indonesia, Yovie sedang menggagas untuk membuat software antipembajakan
kaset. "Saya prihatin atas banyaknya pembajakan kaset, karena hal
tersebut merupakan pelanggaran atas hak cipta," tuturnya.

Dalam melaksanakan program tersebut, Yovie banyak berhubungan dengan ahli IT dan digital dari para alumnus ITB.

Proyek
antipembajakan yang digagasnya yakni penggunaan CD, DVD, dan pita kaset
akan diberi DNA. "DNA tersebut bisa melacak keberaadaan kaset yang baru
dirilis, terus marak di para pedagang bajakan, maka akan kelihatan
awalnya dari mana," terangnya.

Untuk itu, pihaknya akan bekerja sama dengan negara Jerman terkait hak paten DNA dalam kepingan CD, DVD, dan pita kaset.  (mbs) "

Quite interesting. Namun mahal sepertinya untuk direalisasikan, menyangkut hi-tech
seperti ini, saya skeptis pelaksanaannya dilapangan akan semulus konsepnya. But, we’ll see.

**

Di artikel lain, sang penulis menunjukkan sikap " semua senang, semua menang ". Alias pro-pembajakan, tapi tunggu dulu. Bukan yang merugikan sepihak seperti yang kita tau selama ini. Tapi mungkin jalan tengah untuk ketiga pihak, pihak musisi ( menyangkut label, dan segala tetekbengeknya), pihak distributor ( yang dalam kategori ini adalah pembajak ), dan pihak konsumen. Untuk lebih jelasnya, klik link ini; kabardariopa.blogspot.com/2008/04/bersekutu-dengan-pembajak-makang-rw.html.

Setelah saya cerna, artikel ini ada benarnya, mungkin terlalu terburu-buru kalau dibilang ini adalah blue print dari industri musik Indonesia yang akan datang. Tapi, jika cara ini berhasil diimplementasikan, bukan tidak mungkin akan ada babak baru di ranah industri ini.

Saya sebagai konsumen, merasa bahwa barang bajakan lebih mudah diakses dan punya harga yang lebih " bersahabat " ( kisaran Rp. 5.000,00. sampai RP.8000,00. ). Dan itulah yang membuat pembajakan yang masih berformat CD ( mp3 bajakan, CD album bajakan ) dekat dengan anak-anak, remaja, atau bahkan yang sudah berpenghasilan tetap sekalipun. Aksesibilitas, dan harga. Dua hal ini yang membuat flow piracy di Indonesia tetap mengalir, bahkan almost everypiratedshit ada di Negeri ini. Dari mulai CD musik hingga CD software, bokep pun ada bajakannya, what a land, eh? Hahahaha.

Namun para pelaku industri ini tak kehilangan akal. Free download, atau dalam kata lain, meng-gratiskan album-album mereka, sekarang jadi ajang pamer kualitas, sekaligus promosi. Logikanya memang " dengan pengeluaran sekecil-kecilnya, dapat meraup untung sebesar-besarnya ", besar disini relatif, it depends.

Dengan tidak membuat album mereka menjadi CD, musisi bisa menghemat uang, dan menghindari segala tetekbengek dengan label, termasuk memotong uang promo. Wong tinggal pajang saja link download-nya di MySpace.

Sebutlah Koil, Naif, Killed By Butterfly, para musisi ini sudah memulai pergerakan free-album. Bahkan Naif merilis 2 album secara cuma-cuma, melalui download, maupun CD ( dengan pembelian majalah RollingStone ). Koil juga meng-gratiskan 2 album masterpiece-nya, Megaloblast dan Blacklight Shines On, klik saja koilkarat.multiply.com. Dan walaupun cuma beberapa hari, KBB juge sempat membuat album Sanity/Insanity menjadi free download.

Namun, para musisi ini sudah mempunya fanbase yang kuat. Yang akan membeli album mereka dalam format CD, atau dalam versi Naif, flashdisk. Karena mengejar kepuasan membeli CD, dan menikmati artwork dari sang album, saya akui hal itu memang benar adanya. Musik bagus akan tetap dicari walau out of stock sekalipun, sedangkan musik mediocre walaupun gratis juga rasanya malas mendengarkannya. Make a good music first, then talk about piracy. Karena musik bagus akan melahirkan dedikasi, dan dedikasi akan melahirkan concern bahwa sang musisi juga butuh uang untuk hidup, not to be that Paris Hilton-filthy-stinkin’-rich, at least they can feed their family, eventually, dedicated fans is the motor of the artist career.

Di Bumi ini hanya ada 2 jenis musik; The good one and the bad one. Pada akhirnya, pendengar akan memilih musik bagus, apapun genre-nya. Jika suatu negara dapat menumbuhkan kultur open-minded, maka hal-hal seperti ini mungkin tak sesulit ini ditanggulangi.

Akhir kata, saya mengutip dari artikel Andre J.O.Sumual di RollingStone.

" Bersekutulah dengan pembajak!! Berdamailah dengan pembajak. Rangku
mereka sebagai kawan. Ajaklah mereka berbagi bisnis dan berbagi
keuntungan. Karena keuntungan itu jelas sudah didepan mata. Melihat
uraian tentang kelebihan yang dipunya retail pembajak, mulai dari pasar
yang luas, insting yang bagus, promosi yang berjalan sendiri dan harga
yang berdamai, serta jaringan yang luas dan kuat.

Hukum niscaya
akan melindungi kalian, seperti hukum itu menutup mata dengan sepak
terjang pembajak selama ini (termasuk terhadap para pmbajak berbulu
domba). Dari pada sibuk berteriak, sibuk berpidato, mendingan cari tau
siapa bos pembajak itu, ajaklah berteman. Dan ajaklah berbisnis.
Bersekutulah dengan pembajak!!! ".

Sekian.

Tentang Mak Erot, Black Sabbath, Number of the Beast, Bush, dan Segala Sesuatu Diantaranya

July 10th, 2008 by kalamimmortal

2:04 PM / Jam 2 lewat empat, siang.

Entah kenapa saya jadi suka " menulis " lagi beberapa hari terakhir ini, mungkin karena bosan. Atau gara-gara Speedy saya mulai kontra-produktif. Ternyata iklan menggunakan cast Ayat-Ayat Cinta tak bisa mendongkrak performa si ISP, mendongkrak penjualan atau yang lain-lain sih, sudah barang tentu bisa.

Bayangkan saja, download file sebesar saja 20 MB memakan waktu ( diperkirakan! ) 01:20:00 / hampir satu setengah jam. BizNet users will laugh my sorry ass. A BIG time.

Move on ke topik yang jadi headline blog ini, Mak Erot. Wanita yang cukup terkenal, dikalangan " pengguna jasa " pemijatan. Buat yang ingin tau profil sang nenek ini klik indospiritual.com/artikel_mak-erot–sang-legenda-yang-ahli-memperbesar-penis.html.

Yang lebih mengejutkan lagi bagi saya sebenarnya bukan karena " job description " dari sang Mak Erot ini, tapi ternyata beliau selama ini ada, dan aktif pula. Saya juga sempat dibuat bingung oleh " cabang-cabang " usaha pemijatan Mak Erot, yang ternyata ada dimana mana. Di Bekasi kalau tidak salah juga ada. Saya pernah liat iklan-nya di jalan menuju perumahan Wisma Asri.

Memang, seperti dilansir oleh Pikiran Rakyat, Mak Erot juga memiliki kerabat yang juga melayani pemijatan, bahkan sang Mak Erot asli dalam pekerjaannya pun menggunakan asisten, yang tidak lain adalah kerabat sang empu. Tapi, ada juga Mak Erot "aspal " yang menggunakan nama sang nenek pada papan reklame, yang sudah tentu bertujuan menarik lebih banyak pasien, padahal, khasiat dari pemijatannya belum tentu sesuai apa yang diharapkan oleh pasien.

Nah, yang lebih mengagetkan saya adalah, ketika saya surfing ke situs detik.com untuk melihat perkembangan bursa transfer, headline yang termpampang adalah tentang telah berpulangnya Mak Erot, yang diperkirakan berumur 101 tahun, ini berita lengkapnya:

" Mak Erot Meninggal Dunia, Banyak Orang Kaget


(sumber: indospiritual.com)

Sukabumi - Siapa tak kenal
Mak Erot? Wanita tua yang dikenal sebagai ahli reparasi ‘onderdil’ kaum
Adam itu benar-benar sangat masyhur. Ada berita duka: Mak Erot
meninggal dunia beberapa hari lalu.

"Mak
Erot meninggal dunia sekitar seminggu yang lalu," ujar pria yang
mengaku bernama Dadang, warga Desa Caringin, Cisolok, Sukabumi, Jawa
Barat, Kamis (10/7/2009). Selama ini, Mak Erot memang tinggal di Desa
Caringin.

Dadang mengaku tidak tahu pasti sebab Mak Erot
meninggal. Namun dilihat dari usianya, kemungkinan besar wanita
terkenal tersebut meninggal karena sakit. Banyak orang bilang Mak Erot
berusia sekitar 101 tahun.

Masih cerita Dadang, kematian Mak
Erot jelas mengagetkan banyak pihak. Ratusan orang berdatangan untuk
melayat. Bahkan tidak sedikit dari mereka yang ikut mengantarkan
jenazah Mak Erot ke tempat peristirahatan terakhirnya.

"Wah pokoknya yang datang ramai. Banyak juga yang datang dari luar desa," ujar Dadang yang ikut melayat.

Pihak
keluarga sendiri belum bisa dikonfirmasi mengenai hal ini. Memang,
seperti dituturkan Dadang, pihak keluarga sangat tertutup mengenai hal
ini. Tentu ada alasan kuat di balik sikap mereka itu.

Doni,
warga Jakarta, juga cukup kaget dengan berita meninggalnya Mak Erot.
"Ah yang bener. Innalillahi wainna ilaihi rojiun," kata dia.

Agus
(30), warga lain, yang mengaku sudah mendengar nama Mak Erot sejak
sepuluh tahun lalu juga kaget. Namun, dia juga tidak tahu apakah yang
meninggal dunia itu Mak Erot asli atau palsu. Sebab, banyak pihak yang
mengklaim sebagai Mak Erot. Namun, kata Agus, kabarnya Mak Erot asli
memang tinggal di Desa Caringin, Cisolok, Sukabumi.(djo/) "

**

Yang menjadi headline kedua saya singkat saja, George W. Bush. Anda pasti tau mengenai asshole imperialis ini.

Straight to the point, ini beritanya:

" Bush Melawak, Presiden Lain Terbengong-Bengong


Rita Uli Hutapea
- detikNews

Tokyo - Presiden AS George W Bush ternyata bisa juga
melawak. Bahkan presiden-presiden lain sampai terbengong-bengong
melihat perilaku Bush.

Saat
mengakhiri pertemuan KTT G8 di Hokkaido, Jepang, Bush sempat
mengeluarkan kata-kata yang membuat mereka yang mendengarnya terkesima.

"Selamat tinggal dari dunia pembuat polusi terbesar di dunia," ujar Bush seperti dilansir harian Telegraph, kamis (107/2008).

Selama
pemerintahannya, Bush dikecam karena gagal mengatasi perubahan iklim.
Maka tak heran ketika dia berkomentar seperti itu, para pemimpin G8 pun
terheran-heran.

Apalagi setelah mengucapkan salam perpisahan
itu, tangan Bush meninju udara sembari tersenyum lebar. Melihat itu,
para pemimpin lain termasuk Perdana Menteri Inggris Gordon Brown dan
Presiden Prancis Nicolas Sarkozy terpana melihat Bush.

Setelah
itu Bush meninggalkan ruang pertemuan di Hotel Windsor di Hokkaido itu.
"Semua orang sangat terkejut karena dia membuat lelucon tentang rekor
Amerika terhadap polusi," kata seorang pejabat yang menyaksikan
kejadian tak biasa itu.

KTT G8 yang telah berlangsung tiga hari diikuti para pemimpin G8 dan negara-negara berkembang.
(ita/ana) "

Saya kira selama ini dia seorang asshole, mungkin gelarnya harus saya tambah menjadi shameless asshole. Baiknya, dia sudah tidak bisa dipilih lagi, karena sudah menjalani 2 kali masa kepresidenan, which is the limit.

Dengan masa jabatan yang lebih pendek dari Alm. Soeharto, dia bisa " merubah " satu negeri, mengambil sumber daya-nya, dan mengklaim bahwa negeri itu sudah menjadi bagian dari demokrasi global.

Eat shit, war pigs dumbfucks.

Soundtrack tulisan ini:
- Black Sabbath; Black Sabbath Vol. 4
- Iron Maiden;  The Number of the Beast.

schmuck!

July 8th, 2008 by kalamimmortal

" Orang kalo goblok tu nanya, kalo orang goblok ga’ nanya, namanya budek!  "

                                         - Warkop DKI, some recorded airing on Prambors.

Kriteria goblok diatas harus ditambah. Blogging tengah malam, tanpa kopi. Kalau bukan karena download, saya juga malas rasanya pengangguran begini.

Daripada saya makin goblok, ada baiknya kalau dipikir saya nyumbang nulis-nulis disini.

Bukan tulisan saya lho.Ini Goenawan Mohammad yang menulis, di bukunya; Tentang Tuhan & Hal-Hal Yang Tak Selesai. Halaman 139, nomor 89 untuk lebih rincinya. Dengar-dengar buku ini sudah out of stock. Waktu saya beli buku ini, saya harus nunggu mas-mas pegawai Gramedia nyariin stok-nya di gudang. Padahal, 3-2 bulan sebelumnya, buku ini ada di rak buku baru, baru kemudian buku laris, setelah itu, hilang entah kemana. Gudang mungkin. Entah terlalu laris, atau malah kebalikannya.

Nah, tulisan beliau seperti ini.

" Ini abad ke-21. Kini " akhir sejarah " datang dan disambut, tapi ada sesuatu yang tak cerah setelah itu. Akhir sejarah adalah " saat yang sedih, " kata Fukuyama sendiri setelah ia mengumumkan kabar kedatangan itu.

Ketiak demokrasi liberal dan bentuk-bentuk pasar bebas berlaku hampir di seantero muka bumi, ketiak tak ada lagi klaim ideologis yang menawarkan bentuk masyarakat yang lebih unggul, akan lahir " manusia terakhir " - manusia yang, dalam kata-kata Nietzsche, "tak akan lagi melahirkan sebuah bintang."

Ia makhluk tanpa gairah, tanpa komitmen. Padanya tak ada lagi tindak yang berani, nekat, imajinatif, dan dengan cita-cita tinggi. Also Sprach Zarathustra menggambarkan " manusia terakhir " sebagai yang hanya mengerdipkan mata ketika ada yang bertanya: " Apa gerangan cinta? Apa penciptaan? Apa kerinduan?"

Ini abad ke-21. Kita hidup dalam sebuah zaman yang makin menyadari ketidak-sempurnaan nasib. "

Tulisan seperti ini yang membuat saya ingin mempelajari filsafat, atau stidaknya, sastra, entah mudeng ataua malah mis-interpretasi.

Sudah ah, saya tutup, download-nya udah dateng.